Remaja Banyak Nonton Video Mesum Film Porno Terbaru

Remaja Banyak Nonton Video Mesum Film Porno Terbaru
Tindakan pelanggaran Syariat Islam (SI) Qanun Nomor 14 Tahun 2003 tentang Khalwat dan Mesum, dalam setahun terakhir di wilayah Kota Lhokseumawe, banyak dilakukan oleh remaja yang masih di bawah umur.

Pemicu terjadinya tindakan pelanggaran Syariat Islam dan moral tersebut, ditengarai karena persoalan rumah tangga yang kurang harmonis dan juga akibat pengaruh teknologi media akses terhadap situs porno.

Kepala Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Kota Lhokseumawe M Irsyadi di Lhokseumawe, mengatakan, dalam kurun waktu tahun 2014 ini, pelaku pelanggaran yang berkaitan dengan Qanun No.14 Tahun 2003, banyak didominasi oleh remaja yang belum cukup umur atau masih belum sampai usia 18 tahun ke atas.

Bahkan disebutkannya, ada anak yang baru berusia 13 tahun namun sudah melakukan perbuatan yang layak dilakukan oleh orang yang sudah berumah tangga. Serta banyak juga yang masih berstatus pelajar baik yang masih SMP atau SMA sederajat.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pelaku khalwat dan mesum tersebut oleh petugas, menyebutkan, bahwa kecenderungan melakukan hubungan yang belum layak dimaksud disebabkan oleh beberapa hal.

Antara lain, karena kurangnya harmonis dalam rumaha tangga atau juga broken home, sehingga cenderung melakukan perbuatan yang dilarang agama, karena kurangnya perhatian dan bimbingan orang tua.

Serta faktor utama lain yang ikut mempengaruhi sikap dan perbuatan salah tersebut, diakibatkan juga oleh pengaruh melihat atau menonton gambar serta video porno yang sangat mudah diakses di internet, sehingga cenderung mencoba melakukan perbuatan yang dilarang itu bersama pacar atau pasangannya.

Lanjut Irsyadi, terkait dengan banyaknya kasus mesum dan khalwat yang menjurus pada hubungan badan tersebut yang dilakukan oleh anak dibawah umur, selayaknya dapat menjadi perhatian dari orang tua, agar selalu mengawasi dan membimbing anaknya supaya tidak sampai terjerumus kedalam perbuatan yang salah.

Fenomena ini juga harus menjadi perhatian semua pihak serta tidak apatis, supaya bersama-sama menjaga moral generasi bangsa dan saling mengingatkan jika menemui atau melihat sikap dan perbuatan yang salah.

Sementara itu terhadap penanganan kasus pelanggaran Syariat Islam yang dilakukan oleh anak dibawah umur, penyelesaiannya lebih ditekankan pada pembinaan kepada orang tua dan peringatan kepada pelaku agar tidak lagi mengulangi perbuatan tersebut, ungkap Kepala Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Kota Lhokseumawe.

(sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s